Cara Belajar Asyik Untuk Anak Usia Dini

· Uncategorized
Penulis

Banyak orangtua meresahkan ‘’kemalasan’’ putra-putrinya untuk belajar, dan menganggapnya sebagai alasan nilai-nilai rendah yang mereka peroleh.Namun, tidak ada salahnya jika para orangtua berhenti untuk terus- menerus menyalahkan anaknya, karena belum tentu orangtua tidak punya andil dalam menyulut kemalasan belajar anaknya.Dan belum tentu nilai rendah anaknya disebabkan ketidakmampuan anaknya dalam belajar.Seharusnya orangtua menerapkan kreatifitas untuk merancang suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak termotivasi untuk belajar.Tetapi selama ini orangtua lebih banyak memaksa anaknya untuk belajar, demi memenuhi ambisi orangtua untuk membanggakannya di depan orang lain.
Semangat belajar anak dapat tumbuh jika emosi positif, seperti gembira, senang, dan cinta yang menyertai dapat disentuh, maka semua informasi yang diberikan akan diserap otak dengan mudah dan baik.Ketika anak belajar dalam suasana yang menyenangkan hatinya, maka berarti anak berada dalam kondisi ‘’fun’’.Mendatangkan saat ‘’fun’’ bisa diupayakan melalui penciptaan ‘Funny Learning’ atau ‘Belajar Ceria’.Ada banyak cara untuk menciptakan ‘Funny Learning’ini.Tetapi secara umum, ada 2 hal yang harus diperhatikan.Pertama, kegiatan belajar harus sesuai kebutuhan perkembangan anak pada usianya.Kedua, ‘Funny Learning’ hanya bisa diciptakan melalui beragam kreatifitas, baik dalam pemilihan waktu, tempat, penataan suasana hingga pemakaian metode pembelajarannya.
Cara lain untuk menciptakan ‘Funny Learning’ yaitu : Pertama, memperhatikan keseimbangan pengelolaan otak kanan dan otak kiri anak.Teori pendidikan terbaru mengatakan, otak akan bekerja optimal apabila kedua belahan otak ini dipergunakan secara bersama-sama.Otak kanan memiliki spesifikasi berpikir dan mengolah data seputar perasaan, emosi, seni, dan musik.Sementara otak kiri berfungsi mengelola data seputar sains, bisnis, dan pendidikan.Jika anak belajar dengan hanya memanfaatkan otak kiri, sementara otak kanannya tidak diaktifkan, maka mudah timbul perasaan jenuh, bosan, dan mengantuk.Begitu pula jika hanya memanfaatkan otak kanan tanpa diimbangi pemanfaatkan otak kiri, bisa jadi anak akan lebih banyak menyanyi, menggambar, tetapi hanya sedikit ilmu yang bisa masuk ke otaknya.Maka, menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan dengan cara menyertakan paduan antara spesifikasi pekerjaan otak kiri dengan otak kanan.Misalnya, Mengerjakan pekerjaan rumah dengan diiringi musik mengalun, menciptakan aneka gambar dan simbol yang memiliki arti khusus ketika menghapal pelajaran, dan belajar kelompok bersama beberapa teman.Kedua, ciptakan suasana alfa.Otak manusia memancarkan gelombang dengan jenis yang sesuai dengan kondisi fisik dan psikisnya pada suatu waktu.Ada tiga jenis gelombang otak, yang biasa dikenal dengan gelombang teta, beta, dan alfa.Gelombang Alfa yaitu gelombang yang dipancarkan otak ketika kondisi fisik dan psikis manusia sedang dalam keadaan tenang, dalam suasana yang diistilahkan ‘suasana alfa’.Suasana alfa bisa diperoleh dengan cara mendengarkan musik-musik lembut seperti musik klasik atau lantunan ayat-ayat suci Alquran.Ketiga, waspadai ambisi orangtua.Banyak orangtua menilai kepandaian anak melalui nilai hasil tesnya di sekolah.Beberapa pelajaran tertentu kerap dipergunakan orangtua sebagai standar penilaian kepandaian anak.Orangtua seharusnya sadar dan introspeksi diri terhadap ambisinya yang sering memaksa anak untuk dapat menjadi seperti apa yang dikehendakinya.Keempat, pilih cara belajar yang sesuai.Ada banyak variasi cara belajar yang menjadi kegemaran masing-masing anak.Umunya, cara belajar yang anak pilih sesuai dengan kecenderungan kecerdasan yang dimiliki anak.Menurut Howard Gardner, Keragaman kecerdasan otak terbagi menjadi delapan sisi kecerdasan otak, yaitu; kecerdasan matematis logis, kecerdasan bahasa (linguistik), pemahaman ruang (spasial), musik, alamiah (natural), jasmani (kinestetik), interpersonal, dan intrapersonal.Ciri khas gaya belajar masing-masing kecerdasan, antara lain :
1.Gaya Belajar Kecerdasan Matematis Logis
• Menyukai pelajaran berhitung
• Suka bereksperimen terhadap apa yang ingin diketahui
• Menjabarkan segala sesuatu secara logis
• Suka memikirkan hal dan kejadian yang berkaitan dengan sebab akibat
2.Gaya Belajar Kecerdasan Bahasa (Linguistik)
• Suka bercerita
• Suka membaca buku
• Banyak bicara
• Menyukai permainan kata-kata
• Cepat menangkap pelajaran yang disampaikan lewat penuturan
3.Gaya Belajar Kecerdasan Spacial
• Menonjol dalam bidang seni
• Mampu menggambarkan secara visual segala sesuatu
• Mudah membaca peta, grafik, dan diagram
• Menggambar sosok orang atau benda sesuai aslinya
• Menyukai teka-teki jigsaw, maze, dan puzzle
• Asyik dengan permainan konstruksi 3 dimensi seperti lego
• Terbiasa mencoret-coret kertas jika jenuh
4.Gaya Belajar Kecerdasan Musikal
• Menyukai pelajaran musik dan menyanyi
• Mudah mengikuti irama musik dan melodi lagu
• Peka terhadap beragam suara, irama, dan nada
• Cepat merespon berbagai jenis musik
5.Gaya Belajar Kecerdasan Alamiah (Natural)
• Peka terhadap benda-benda alam
• Suka memelihara binatang peliharaan, berkebun, berkreasi dan bermain dengan bahan-bahan alam
• Mengoleksi gambar dan foto berkaitan dengan benda-benda alam
6.Gaya Belajar Kecerdasan Jasmani (Kinestetis)
• Kompetitif dalam bidang olahraga
• Suka menggerak-gerakkan anggota badan di luar sadar
• Lebih mampu dalam bidang kerajinan tangan motorik halus
• Gemar membongkar dan menyusun kembali benda-benda
7.Gaya Belajar Kecerdasan Interpersonal
• Pandai menyenangkan hati teman
• Mudah beradaptasi dan suka bersosialisasi dengan lingkungan dan orang baru
• Menyukai kegiatan dan permainan kelompok
• Bisa memahami dan berempati pada perasaan teman
• Mampu bersikap netral di tengah pertikaian antar teman
• Memiliki kemampuan memimpin dan mengkoordinir teman-temannya
8.Gaya Belajar Kecerdasan Intrapersonal
• Mengerti dan memahami kelebihan dan kekurangan dirinya
• Lebih suka bekerja sendiri
• Rasa percaya diri tinggi
• Berani berbeda dengan orang lain
• Mampu mengembangkan potensi dirinya
• Asyik dengan hobi dan proyeknya sendiri
Ide-ide ‘Funny Learning’ yang dapat dipergunakan untuk memotivasi anak agar semangat belajar.Pertama, Musik sebagai latar belakang.Jenis musik barok, klasik atau pop instrumentalia, termasuk jenis irama tenang yang cocok untuk membawa otak ke suasana yang lebih konsentrasi.Seperti ketika anak mengerjakan tugas latihan pelajaran yang membutuhkan banyak pemikiran.Di saat istirahat anak dirangsang dengan musik ceria atau musik dinamis.Kedua, Tempel ‘Kalimat Penyemangat’.Ide untuk menuliskan nilai-nilai yang menyatu dengan kepribadian anak ke dalam bentuk ‘kalimat penyemangat’ yang ditempel di sekitar tempat belajar sehingga kerap tertangkap oleh mata dan diteruskan ke otak, adalah cara jitu untuk meresapkan nilai-nilai tersebut ke dalam hati anak, sekaligus menjadi penyemangat bagi anak.Ketiga, Hiasan Hasil Karya.Jika anak memiliki penghargaan atas prestasi yang pernah diraih, baik berupa piala, hadiah atau piagam penghargaan, maka sebaiknya barang-barang ini dipajang sebagai hiasan yang bisa terpandang mata di sekitar tempat belajar.Hal ini bermanfaat untuk mengairahkan anak belajar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.Keempat, Rekreasi Warna.Permainan warna bermanfaat untuk penyegaran, memberi motivasi serta menghilangkan kejenuhan.Paduan warna cerah sesuai untuk ruang belajar yang memerlukan beragam aktifitas.Kelima, Game Matematika.Ide untuk membuat permainan matematika menjadi satu alternatif penyegaran, misalnya permainan sejenis ular tangga yang dikreasikan dengan penggunaan dua buah dadu, membuat uang-uangan dari kertas dengan dipadukan permainan jual-beli, dan membuat kartu-kartu yang berisi bermacam ragam angka.Hal ini sangat efektif untuk penyegaran, menghilangkan kejenuhan, sehingga membangkitkan motivasi belajar dan menanamkan persepsi kepada anak bahwa matematika itu menyenangkan, relaks, dan menyegarkan.
Cara menciptakan ‘Funny Learning’ di sekolah.Pertama, Belajar tidak hanya dilakukan di kelas saja tetapi dapat dilakukan di alam terbuka, masjid atau perpustakaan.Kedua, Posisi meletakkan kursi bisa diubah-ubah bahkan dapat sesekali tanpa menggunakan kursi (lesehan) jika kegiatan belajar tanpa tulis-menulis.Ketiga, Keadaan dinding kelas dimanfaatkan sebagai ‘cermin intelektual’ bagi siswa.Aneka materi pembelajaran yang sedang dipelajari dapat dipajang di sana.Atau menghias dinding kelas dengan penataan warna cerah dan hasil karya siswa, sehingga bermanfaat meningkatkan kepercayaan diri siswa dan siswa merasa nyaman ada di kelas.Keempat, Guruku Idolaku.Peran guru di mata anak menjadi sangat penting karena guru menjadi panutan anak bahkan guru dapat menjadi idola bagi anak.Biasanya yang menjadi idola anak adalah guru yang baik, guru yang kreatif, pandai bercerita, pandai menciptakan suasana menyenangkan di kelas, dan kedatangannya telah dinanti-nantikan anak.Kelima, Temanku = Agamaku.Teman merupakan salah satu faktor penentu motivasi belajar anak-anak.Teman yang baik mampu memacu minat belajar anak, sementara teman yang buruk dapat menghancurkan semangat belajarnya.Keenam, Mengakomodasi 3 cara belajar.Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda-beda, maka guru harus mampu mengakomodasikan cara belajar masing-masing anak agar anak tidak mengalami kesulitan untuk memahami penjelasan dari guru.Ada 3 cara belajar yaitu :
1.Cara Belajar Audisi
Ciri-ciri Pelajar Audisi
 Sangat terpengaruh oleh keributan disekitarnya
 Suka berbicara panjang lebar dan berargumen
 Lebih suka bercerita daripada menulis
 Biasanya menjadi pembicara yang fasih
 Menyukai games dan joke lisan
 Mudah menerima kata-kata dan keterangan yang disampaikan guru
 Lebih mudah belajar dan menghafal sesuatu yang didengar daripada yang dilihat
2.Cara Belajar Kinestetis
Ciri-ciri Pelajar Kinestetis
 Melibatkan sebagian anggota tubuhnya ketika belajar
 Lebih mudah memahami sesuatu dengan cara dipratekkan
 Sulit untuk bisa duduk diam dalam waktu lama
 Lebih memilih kata-kata yang mengandung aksi ketika berbicara
 Suka permainan yang banyak gerak dan menyibukkan
3.Cara Belajar Visual
Ciri-ciri Pelajar Visual
 Lebih mudah memahami dan mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
 Bisa memahami keterangan guru jika dibantu dengan penulisan dan penggambaran di papan tulis
 Lebih suka membaca daripada dibacakan
 Biasanya menjadi pembaca yang tekun
 Suka mengingat dengan menggunakan asosiasi visual
Belajar tidak dapat selesai begitu saja di sekolah.Pihak rumah tetap harus bekerjasama dan berkesinambungan dengan pihak sekolah, agar proses belajar anak tidak terputus.Orangtua perlu memahami bahwa tujuan membiasakan anak memiliki jadwal belajar rutin di rumah, disusun berdasarkan prioritas adalah memotivasi anak terhadap kebiasaan belajar yang baik, mengulang pelajaran di sekolah, mempersiapkan diri menghadapi pelajaran esok hari, dan menyelesaikan target pembelajaran yang belum tuntas di sekolah.
Ada perbedaan mendasar antara ‘senang’ belajar dengan ‘bisa’ belajar.Anak yang ‘senang’ belajar sangat menikmati kegiatan belajarnya, menerima sebagai hak yang sudah semestinya anak nikmati.Perasaan senang timbul karena dibiasakan belajar dalam suasana funny sehingga anak giat belajar tanpa menunggu diperintah, dan tidak menunda-nunda untuk memperoleh kesempatan belajar tersebut.Sedangkan anak yang berada dalam tahap ‘bisa’ belajar, menerimanya sebagai kewajiban sehingga anak terbebani dengan kegiatan belajar.Perbedaan pokok yang membuat kegiatan belajar dirasakan sebagai ‘hak’ atau ‘kewajiban’ oleh anak adalah terletak pada perbedaan cara mengemas dan menyajikannya.Jika proses belajar dikemas dengan ‘funny’, menyenangkan, kreatif, dan rekreatif, maka anak akan sangat menikmatinya.Sebaliknya proses belajar akan hadir sebagai sebuah kewajiban, jika tidak mampu menhadirkan nuansa kegembiraan yang dibutuhkan anak di masa perkembangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: