MEMBUAT ANAK ASYIK BELAJAR

· Uncategorized
Penulis

Dalam belajar anak terkadang merasakan jenuh, bosan, karena hanya dengan cara belajar yang itu-itu saja yang mereka dapatkan di sekolah, di rumah maupun di lingkungan. Orangtua mungkin juga sering berusaha untuk menerapkan system belajar atau metode belajar kepada anak sekreatif mungkin, tapi menurut mereka terkadang masih belum cukup. Sekarang banyak bimbingan belajar untuk anak, bahkan privat pun juga ada jika orang tua tidak mau direpotkan dengan mengantar jemput anaknya. Menciptakan suasana ceria dalam belajar itu juga sangat menarik untuk diberikan kepada anak-anak. Suasana belajar seperti ini sering disebut juga dengan “Funny Learning”. Secara umum, dalam menciptakan suasana belajar seperti ini harus memperhatikan kegiatan belajar untuk anak yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak pada usia anak. Masing-masing memiliki fase prkembangan yang berbeda-beda sesuai pertambahan usia anak. Disamping itu funny learning hanya bisa diciptakan melalui beragam kreatifitas, baik dalam pemilihan waktu, tempat, penataan suasana hingga pemakaian metode pembelajarannya.
Kreatifitas dapat menghilangkan kejenuhan dan dapat menimbulkan gairah keingintahuan, tantangan serta semangat baru. Otak anak akan merekam segala informasi yang masuk dengan efektif. Informasi disampaikan dengan metode yang membangkitkan emosi si anak. Dengan timbulnya emosi tersebut, diharapkan emosi yang dihasilkan yaitu emosi yang positif. Kreatif berarti berbeda dengan biasanya, tidak monoton dan istimewa. Semakin aneh, semakin unik, semakin berbeda dengan yang lain maka akan semakin tinggi nilai kreatifitasnya. Semakin kreatif cara belajar yang digunakaan anak, semakin optimal pula daya tangkapa anak terhadap materi pembelajaran. Dalam penciptaan funny learning, orangtua harus memperhatikan keseimbangan otak kanan dan otak kiri anak. Menurut teori pendidikan yang saya baca di buku otak akan dapat bekerja secara optimal apabila kedua belahan otak dipergunakan secra bersama-sama. Pada dasarnya otak kanan memiliki spesifikasi berpikir dan mengolah data seputar perasaan, emosi, seni dan musik. Sedangkan otak kiri merupakan spesifikasi cara berpikir logis, linear dan rasional. Biasanya jika anak cenderung mempergunakan otak kanannya memiliki sifat yang acak, tidak teratur, intuitif dan holistik. Sebisa mungkin hilangkan cara-cara belajar yang lama, misal: duduk diam, kaki tidak boleh goyang-goyang, tangan dilipat, tak perlu menoleh kanan kiri, konsentrasi penuh. Sebaliknya jika anak cenderung menggunakan otak kiri dalam belajar, maka mereka akan cepat jenuh, bosan dan mudah mengantuk. Belajar kelompok dengan teman di rumah bersama teman bisa menjadi alternatif belajar. Menggunakan sistem belajar cepat, sistem hafalan, menggunakan lagu, dan permainan juga bisa membuat anak menyukai dunia belajar. Dengan menciptakan cara belajar “funny learning” belahan otak kanan dan kiri akan semakin terkoordinasi dengan baik. Sehingga akan mampu melejitkan daya tangkap anak nantinya. Perlu ditanamkan beragam permainan dan humor, dipenuhi dengan berbagai warna dalam sistem belajar yang kreatif.
Sebagian dari orangtua menganggap bahwa kepandaian, kecerdasan anak diukur dari hasil tes di sekolahnya. Menurut Howard Gardner semua variasi bidang pelajaran itu menggambarkan keragaman sisi kecerdasan otak. Terdapat 8 sisi kecerdasan otak, yaitu: matematis/logis, intrapersonal, interpersonal, linguistik, spasial, natural, musikal, kinestetik. Kecerdasan otak anak banyak ragamnya dan begitu luas, sehingga terbuka lebar kesempatan bagi setiap anak untuk menjadi cerdas. Memasang hasil karya / hasil kreatifitas anak bermanfaat untuk menggali anak untuk serius menekuni belajarnya bukan hanya untuk main-main saja, sekaligus dapat meningkatkan keoercayaan diri pada anak. Dalam belajar secra kreatif kita dapat mengajarkan anak untuk merangkum materi dengan menggunakan gambar dan symbol. Hal itu juga memudahkan anak untuk kembali mengingatnya.
Cara belajar juga dapat dilakukan dengan cara pemberian hadiah / penghargaan agar anak memiliki semnagat untuk belajar lebih giat. Paling baik penghargaan yang diberikan adalahh sebuah perhatian, misal membimbing anak jika kita sebagai orangtua, sebagai guru kita mengajarkan memberi pengarahan kepada anak dengan pelan-pelan. Hindari pemberian hadiah berupa uang. Karena itu akan membuat anak menjadi matre, atau yang ada dipikiran mereka hanya uang, jadi menurut mereka nantinya belajar itu menghasilkan uang. Padahal bukan itu tujuan kita member sebuah penghargaan kepada anak. Pemberian hadiah juga harus ada batasnya, bukan hanya sekadar pemberian hadiah secara cuma-cuma. Pemberian hadiah diharapkan dapat memotivasi anak untuk rajin dan tidak mudah bosan saat belajar, terutama pada anak usia dini. Sebagai calon guru, maka kita juga harus sekreatif mungkin dan sepandai mungkin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk anak didik, serta tidak mudah membuat anak bosan jika disuruh untuk belajar setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: