Menghilangkan Individualisme Anak dengan Belajar Kolaboratif

· Uncategorized
Penulis

Pembelajaran kolaboratif atau kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang sangat membutuhkan kerja kelompok sehingga dapat menghilangkan rasa individualisme pada anak yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan kepentingan orang lain. Selain itu, dengan pembelajaran kolaboratif dapat membantu anak dalam mengasah rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan kelompok dalam menangani tugas yang diberikan oleh guru.

Pembelajaran kolaboratif harus ditanamkan sejak dini. Seperti halnya ketika anak menduduki pendiddikan anak usia dini baik dalam playgroup (kelompok bermain) maupun dalam pendidikan kanak-kanak. Hal ini dapat diberikan guru dalam berbadai kegiatan pembelajaran, seperti : penyusunan puzzle, penyusunan lego, lari estafet, lempar tangkap bola, dan sebagaianya.

Adapun beberapa faktor penting mengenai belajar kolaboratif, antara lain :

  • Belajar kolaboratif memiliki tujuan yang jelas

Melalui belajar kolaboratif anak dapat mengetahui target dan prosedur dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal ini meliputi aturan berperilaku, kapan dan dimana harus mencari bantuan serta standar dalam kegiatan pembelajaran.

  • Terdiri dari berbagai jenis atau heterogen

Biasanya terdiri dari 3-5 anak dalam setiap kelompok. Hal ini bertujuan agar anak dapat menerima segala perbedaan yang dimiliki oleh teman-temannya. Selain itu dengan belajar kolaboratif anak yang mempunyai kemampuan kurang dapat belajar dengan anak yang mempunyai kemampuan lebih yang mungkin dapat mempermudah mereka menerima penjelasan dari temannya daripada melalui gurunya sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

  • Melatih anak dalam bekerja sama

Dengan belajar kolaboratif anak dapat belajar cara berbagi dengan orang lain, mendengarkan orang lain, dan menyelesaikan masalah. Guru dapat melatihnya dengan cara meminta anak mendengarkan dengan seksama, mendorong semua anak untuk berpartisipasi, berbagi dengan orang yang membutuhkan dan sebagainya. Hal ini dapat dimulai dengan pemberian tugas yang saderhana sehingga guru lebih menekankan kemampuan anak dalam bekerja sama.

  • Mengajarkan anak sikap saling membantu

Anak dapat mendapatkan manfaat dari bekerja sama, salah satunya adalah munculnya sikap saling membantu. Bekerja sama tanpa saling membantu adalah tidak mungkin, karena tanpa saling membantu hal itu tidak dapat berlangsung.

  • Mengajarkan setiap kelompok bertanggung jawab

Kelompok kolaboratif harus bersama-sama menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Karena tugas yang diberikan oleh guru merupakan suatu tanggung jawab bagi kelompok tersebut, sehingga kelompok tersebut harus mengenban tugas dengan baik.

Pembelajaran kolaboratif harus digunakan secara selektif. Karena pada dasarnya anak belum memiliki latar belakang pedagogik dan pemahaman materi mengenai cara aktif dalam mengenbangan konsep utama dalam pembelajaran yang diberikan. Sehingga guru mempunyai peran aktif dalam terselenggaranya pembelajaran kolaboratif agar tujuan pembelajaran dapat terpenuhi dan dapat menghilangkan sifat individulisme pada anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: