Pendidikan Kognitif untuk Anak Usia Dini

· Uncategorized
Penulis

Pendidikan kognitif yaitu sesuatu yang berhubungan dengan proses berfikir atau penguasaan pengetahuan. Kognitif adalah suatu proses berfikir yang berhubungan dengan kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Kognitif bersifat pasif (potensi) sedangkan intelegensi itu bersifat aktual (aktif). Setiap orang memiliki potensi dan kemampuan berfikir. Didalam kognitif terdapat dua aspek, yaitu :
1. Aspek Afektif : yaitu aspek yang berhubungan dengan perasaan dan emosi.
2. Aspek psikomotor :yaitu gerakan-gerakan/tindakan-tandakan yang bisa kita amati.
Pendidikan kognitif diberikan dengan tujuan agar anak bisa memahami lingkungan dengan panca indranya, melatih ingatan, dan mengembangkan pemikiran. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kognitif, yaitu :
1. Faktor Gen/hereditas/keturunan
2. Faktor lingkungan
3. Faktor kematangan
4. Faktor Pembentukan
5. Faktor minat dan bakat
6. Faktor kebebasan
Ada beberapa teori dasar yang dipakai dalam kognitif, yaitu :
a. Teori Montessori : Masa peka.
b. Teori Piaget : Masa praoperasional/konkret.
c. Teori Hurlock : Masa bermain, anak mulai bertanya tentang agama.
d. Teori Freud : Masa anak mulai peka dengan sekitar.

Klasifikasi pengembangan kognitif :
Memudahkan orang dewasa untuk menstimulasi kemampuan kognitif anak. Macam pengembangan kognitif :
a. Pengembangan Taktil :berhubungan dengan pengembangan tekstur (indera peraba).
b. Pengembangan Kinestetik :berhubungan dengan kelancaran motorik halus yang mempengaruhi kognitif dan kelancaran keterampilan tangan anak.
c. Pengembangan Aritmetika :berhubungan dengan kemampuan berhitung anak.
d. Pengembangan Geometri : berhubungan dengan konsep bentuk dan ukuran.
e. Sains Permulaan :berbagai percobaan untuk perkembangan pencampuran warna atau membuat jus.

Metode pengembangan kognitif pada anak usia dini :
1. Bermain
2. Pemberian tugas
3. Demonstrasi
4. Tanya jawab
5. Mengucapkan syair
6. Percobaan/eksperimen
7. Bercerita
8. Karyawisata
9. Dramatisasi

Jadi pendidikan kognitif untuk anak usia dini sangat dibutuhkan, agar guru maupun orang tua mampu melihat perkembangan pola pikir anak. Guru dan orang tua harus berperan aktif dalam mengawasi serta membimbing perkembangan kognitif anak-anaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: