Permainan Edukatif Untuk AUD

· Uncategorized
Penulis

Pembelajaran untuk anak usia dini ialah pembelajaran yang berorientasi pada bermain atau sering dikenal dengan ‘belajar sambil bermain’. Dimana pembelajarannya juga bersifat pengenalan dengan mengembangkan seluruh asperk perkembangan anak usia dini meliputi perkembangan bahasa, kognitif, motorik, dll. Dalam memeberikan sebuah permainan untuk anak usia dini tentulah permainan yang tepat dan sesuai, permainan edukatif yaitu permainan yang tidak hanya sekedar bermain untuk bersenang-senang namun permainan yang dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak. Permainan edukatif dapat berupa permainan indoor dan outdoor. Permainan indoor tentu saja yang dilakukan di dalam ruamgan, biasanya dilakukan guru saat pembelajaran di kelas sedangkan untuk permainan outdoor ialah permainan di luar ruangan, bisa berupa permainan anak pada alat permainan outdoor yang tersedia maupun permainan yang diciptakan atau digunakan guru untuk pembelajaran yanag dilakukan di luar kelas.  Dalam bermain tentu memerlukan alat permainan yang edukatif. Alat permainan ini dapat di beli maupun dibuat sendiri. Alat permainan edukatif yang biasa terdapat di Taman Kanak-kanak misalnya bola dunia, jungkat-jungkit dan lainnya dan untuk APE indoornya misalnya balok susun, puzzle, dsb.

Guru dalam memberikan pembelajaran pada anak harus selalu mempersiapkan dengan baik metode yang akan digunakan. Permainan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan. Beberapa contoh permainan yang dapat digunakan untuk pembelajaran anak usia dini, yaitu :

  1. 1.    Ular naga berwarna

Ular naga berwarna ini ialah permainan yang diberikan sebagai salah satu metode dalam pembelajaran pengenalan warna untuk anak . alat yang diperlukan antara lain topi kerucut warna-warni. Topi kerucut ini dapat dibuat sendiri oleh guru dari kertas asturo warna-warni.

Cara bermainnya adalah :

  1. Ajak anak-anak (siswa) menuju halaman sekolah
  2. Bagikan topi warna kepada setiap anak
  3. Mintalah 2 orang sebagai penjaga pertama, yang kemudian membentuk terowongan.
  4. Anak yang lainnya berbaris seperti ular (kedua tangan diletakkan di pundak teman di depannya)
  5. Setelah semua siap, mulailah bermain.
  6. Guru membimbing semua anak untuk bernyanyi bersama “lagu ular naga” dan anak yang berbaris berjalan memasuki terowongan.

(lagu boleh divariasi misal memakai lagu naik-naik kereta)

  1. Sambung lagu dengan “lagu tangkap”
  2. Si penjaga harus menebak warna sesuai topi anak yang tertangkap
  3. Yang tertangkap kemudian bergantian jaga, dan begitu seterusnya.

 

Lagu Ular Naga

ular naga panjangnya bukan kepalang
menjalar jalar selalu kian kemari
umpan yang lezat itulah yang dicari
ini dianya yang terbelakang

Lagu Tangkap

Hati-hati kamu, hati-hati kamu

Warna apa yang kutangkap ? ……….2x

(gunakan nada lagu selamat pagi bapak)

 

Permainan tersebut dapat melatih motorik anak, juga dapat melatih kerjasama antara anak dan sebagainya.

 

  1. 2.    Temukan pasanganmu

Permainan ini bisa digunakan untuk berbagai macam pembelajaran. Disini misalnya pembelajaran untuk materi pengenalan bangun datar dengan penggabungan warna juga.

Guru sebelumnya menyiapkan alat yang akan digunakan. Guru membuat beberapa bentuk bangun datar dengan menggunakan kertas warna-warni (kertas asturo). Bangun-bangun itu dibuat berpasang-pasang sesuai dengan bentuknya dan warnanya, misalnya persegi kuning sepasang, persegi hijau sepasang, lingkaran coklat sepasang dan lainnya. Dan cara melakukannya yaitu :

  1. Guru mengajak siswanya ke luar kelas (halaman sekolah) dan kemudian member instruksi permainannya yaitu tiap anak harus menemukan pasangan untuk bangun yang didapatnya.
  2. Guru membagikan bangun datar untuk tiap siswa.
  3. Siswa diminta untuk berpencar di halaman dan setelah hitungan ke-3 siswa diminta untuk mulai mencari pasangannya.

Permainan ini selain dapat mengenalkan siswa tentang bangun datar dan warna juga dapat melatih motoriknya. Dapat juga melatih komunikasi dan interaksi siswa satu dengan yang lainnya.

 

 

Kedua permainan tersebut adalah contoh dari banyaknya permainan-permainan yang dapat diterapkan guru dalam pembelajaran untuk anak usia dini. Permainan itu dapat dikembangkan sesuai dengan materi yang akan duajarkan. Dengan pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan anak akan merasa tidak bosan dan selalu tertarik. Oleh karena itu, sebagai guru harus senantiasa kreatif dalam memberikan inovasi-inovasi baru dalam pembelajarannya, yaitu misalnya dengan menciptakan permainan yang edukatif tentunya untuk anak didiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: